Besi dan Elektromagnetik

Besi dan Elektromagnetik

Waktu masih di kampus dulu, Saya sering mengikuti diklat kemahasiswaan. Salah satu peran mahasiswa itu adalah Iron Stock, menjadi stok pemimpin masa depan. Hingga akhirnya Saya memahami bahwa ruang kepemimpinan ini harusnya menjadi hak seluruh anak bangsa, bukan hanya mahasiswa yang populasinya kurang dari 5% dari populasi negeri.


*BESI DAN ELEKTROMAGNETIK*

_oleh : Rendy Saputra_

*Subscribe* >> http://bit.ly/gabungkrbn

**********

Waktu masih di kampus dulu, Saya sering mengikuti diklat emahasiswaan. Salah satu peran mahasiswa itu adalah Iron Stock, menjadi stok pemimpin masa depan. Hingga akhirnya Saya memahami bahwa ruang kepemimpinan ini harusnya menjadi hak seluruh anak bangsa, bukan hanya mahasiswa yang populasinya kurang dari 5% dari populasi negeri.

Fikiran Saya pagi ini berputar-putar di kalimat iron stock. Kalo diterjemahkan mentah-mentah, langsung bisa diartikan sebagai stok besi. Saya pun mencoba mencari akar padanan makna Iron Stock. Mengapa pasokan pemimpin masa depan itu dinamakan iron stock.

Semua berawal dari sejarah perang. Peperangan sebelum ditemukannya senjata api benar-benar berbasis pedang, panah, tombak, kapak dan alat tempur logam lainnya. Pasukan yang memiliki kekuatan militer adalah mereka yang memiliki “Iron Stock” atau cadangan besi di bagian logistiknya.

Stok cadangan besi itu kemudian dicairkan dan kemudian dijadikan pedang, mata panah tombak dan lain-lain. Iron stock menjadi hal krusial dalam strategi peperangan.

Jika hal ini dikaitkan dengan kekuatan bangsa, Iron Stock yang dimaksud adalah sosok-sosok yang memiliki kapasitas dalam mengemban tugas kepemimpinan negeri. Bangsa ini seperti lahan besar, ditanah yang begitu luas, tidak semuanya adalah besi. Disinilah kita perlu menambang pemimpin. Menambang besi baja bangsa.

Kepemimpinan disini bukan sekedar berkuasa. Atau malah bisa jadi tidak berkuasa sama sekali. Tetapi kepemimpinan disini adalah sebuah upaya mengambil peran menyelesaikan masalah dan memikul beban penderitaan masyarakat. Dan memang tidak semuanya kuat. Hanya anak bangsa dengan kapasitas besi baja lah yang mampu memikul beban ini.

Dari 250 juta anak bangsa, tentu tidak semuanya menjadi iron stock. Inilah kaidah dari statistik sosiologi. Seorang mantan menteri negeri seberang pernah mengajarkan langsung dihadapan Saya, bahwa sebuah negeri hanya membutuhkan 1% pemimpin dari seluruh total populasi.

Inilah tantangan kita hari ini :

1. Mencari sosok besi baja.
2. Mengumpulkan mereka.
3. Dan mengorganisasikan para pemimpin ini untuk berjuang untuk negeri.

FIND – GATHER – ORGANISE …. begitu strateginya.

Hanya dengan begitu, bangsa ini bisa kembali kuat. Jika di 2030 kita akan menyentuh 300 juta populasi, maka kita memerlukan 3 juta anak bangsa yang siap bekerja serius memperbaiki bangsa.

BAGAIMANA CARANYA?

Bagaimana mencari iron stock…
Bagaimana mencari sosok besi baja yang terselip diantara ruang-ruang bangsa ini…
Bagaimana mencari mereka…

Jika kita ingin menghimpun besi baja, maka kita harus menjadi magnet kuat. Dan salah satu cara membuat sebuah meganet adalah dengan metode elektromagnetik.

Metode Elektromagnetik ini adalah mengalirkan ARUS LISTRIK SEARAH kepada sebuah logam yang dengan demikian akan mengubahnya menjadi sebuah magnet bermedan. Yang ketika alirannya listrik ini putus, maka medan magnet akan hilang. Makin besar listrik yang dialirkan, makin besar juga medan magnet yang dihasilkan.

Temuan Hans Christian Oersted pada 1819 ini, menginspirasi kita dalam membangun gerakan perbaikan bangsa.

Aliran Listrik Searah ini adalah NARASI KEBANGSAAN, yang jika kita alirkan terus menerus dalam SATU ARAH yang konsisten, kita akan membangun sebuah MEDAN MAGNET besar. Medan magnet inilah yang kemudian akan MENARIK anak bangsa bermental baja. Medan magnet ini akan MENARIK elemen-elemen terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini.

Aliran listrik ini harus terus kita alirkan…
Narasi kebangsaan harus terus digemakan…

Narasi tentang penciptaan value sebagai motor produksi dalam negeri.

Narasi tentang semangat eksport sebagai usaha menaikkan devisa… uang masuk harus lebih besar daripada uang yang terbang keluar.

Narasi tentang percepatan proses pendidikan, sebagai tantangan penyiapan 195 juta angkatan kerja berkualitas.

Narasi tentang kekuatan pengusaha nasional dan ekosistem bisnis yang sehat… agar pasokan anggaran pemasukan negara terus meningkat.

Narasi tentang distribusi kekayaan… dengan mengusahakan sebaran yang baik pada jumlah entrepreneur yang betarung di pasar bebas.

Narasi tentang pemanfatan sumber daya alam dan lahan untuk sebesar-besar kemakmuran negeri.

Kesemua narasi ini adalah aliran listrik searah yang akan membangun medan magnet. Dan medan magnet inilah yang akan menghimpun para Iron Stock.

Mari kita cari sang besi baja disudut-sudut negeri. Mari himpun mereka dalam wahana yang solid. Dan mari bangun arah bersama menuju Bangsa Berdaya.

Terus Mengalirkan,

*KR Business Notes*
_Ahad, 07 April 2019_

**********

_Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik —> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih_

Dapatkan video terbatas materi Kang Rendy dengan topik *_”Sustain dalam Bisnis”_* berdurasi 40 menit dengan klik http://bit.ly/SustainingBusiness

Facebook Comments

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.