Grup Chat Anak FH UI: Skandal, Skakmat, dan Drama Kampus

Gini nih, dunia kampus kadang emang lebih tebal plot-nya daripada naskah Sinetron azab. Jujur aja, berita soal belasan mahasiswa FH UI yang ketahuan main-main di grup chat sampai kena masalah besar itu bikin kita semua geleng-geleng kepala. Rasanya udah plot twist banget, dari anak hukum yang seharusnya bilga keadilan, malah ketangkap basah bikin konten yang bikin geleng-geleng kepala. 🤦‍♂️

Drama Grup Chat Sampai Dicabut Status Anggota

Semua dimulai dari tangkapan layar grup chat. Bayangin, di era yang katanya sudah pinter digital gini, malah masih ada yang kelakuan kayak gini. Isi chatnya yang katanya objectification dan nuansa pelecehan seksual itu langsung bocor ke mana-mana, dan sat set banget menyebar di media sosial.

Seorang akun X bahkan sampai nyindir, “Lebih parahnya lagi, banyak anggotanya petinggi organisasi fakultas, ketua angkatan, bahkan ada yang lagi nyalon jadi ketua pelaksana ospek???” Ya ampun, networking kan cuma buat cari ilmu, bukan buat cari scandal di grup chat.

Reaksi publik memang cepat, dan itu wajib. Tapi, yang bikin serius nih adalah respons resmi dari pihak kampus.

Respons Resmi: Dari Dekan Sampai Rektor

Pihak Fakultas Hukum UI (FH UI) ternyata nggak diam aja. Mereka mengakui bahwa sudah menerima aduan ini, dan Dekan FH UI, Dr Parulian Paidi Aritonang, sampai menyatakan kecaman keras atas segala perilaku merendahkan martabat manusia.

Intinya, kampus ini bukan main-main. Dekan bilang, mereka lagi ngecek semua ini dengan sangat hati-hati, super cermat. Kalau memang ketahuan ada pelanggaran, terutama yang berpotensi melanggar hukum pidana, siap-siap aja kalau fakultas bakal gerak tegas dan lapor ke pihak berwenang. Nggak ada toleransi buat yang bikin onar.


IKM Auto Dicabut: Konsekuensi Nyata buat Para Pelanggar

Bukan cuma fakultas, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM FHUI) juga nggak kasih ampun. Mereka langsung mencabut status keanggotaan aktif Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) untuk 16 mahasiswa angkatan 2023.

Pencabutan status anggota ini bukan cuma formalitas, lho. Ini adalah konsekuensi serius karena melanggar peraturan dasar IKM. Mereka bilang, ‘Kekerasan seksual dalam bentuk apapun, termasuk verbal dan tertulis di grup chat, itu meninggalkan luka nyata.’ Pesannya jelas: di kampus ini, menjaga rasa aman itu nggak bisa diremehkan.

Komitmen Rektorat: Anti Kekerasan Seksual

Kalau udah level ini, sampai ke tingkat Reaktor juga turun tangan. Rektor UI, Prof Heri Hermansyah, menegaskan komitmennya untuk melawan kekerasan seksual di seluruh kampus.

Prof Heri bilang kalau beliau baru tahu belakangan, dan beliau akan memantau penanganan kasus ini di tingkat fakultas. Pokoknya, pesan yang disampaikan ke kita semua civitas akademika adalah: kampus ini harus jadi tempat yang aman, zero-tolerance sama segala bentuk kekerasan. 👍

Intinya Mau Ngapain Sih Kita di Kampus?

Dari kasus ini, kita bisa belajar satu hal: bahwa kebebasan berekspresi dan kebebasan bercanda itu batasnya tipis banget, apalagi kalau udah menyangkut martabat orang lain.

Jangan cuma overthinking di grup chat, karena jejak digital itu kayak sidik jari, susah banget buat dihapus. Jadi, buat kalian mahasiswa, belajar ya. Kalau udah pinter hukum, jadilah pribadi yang luhur, bukan cuma jago nyusun argumen di grup chat doang. 😎


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top