Kalau kamu mengharapkan film tentang pertempuran robot atau ledakan ala Independence Day, mending nonton ulang film pesta kembang api aja. Karena, seriusan, kalau nonton Arrival 2016 ini, siap-siap kecewa berat karena TIDAK ADA ADEGAN LAAGA sama sekali. 😭 Tapi, tunggu dulu. Kalau kamu tipe orang yang suka mikirin filosofi, atau kayak penonton film Contact atau The Time Traveler’s Wife, kamu bakal jatuh cinta sama film ini.
Ini bukan film Hollywood biasa yang asal tempur. Film ini adalah maraton berpikir, yang bakal bikin otak kamu nge-hang sebentar.
Kenalan Sama Makhluk Misterius Berkaki Tujuh
Ceritanya dimulai dengan kedatangan benda super aneh di 12 lokasi berbeda di seluruh dunia. Bayangin, bentuknya kayak menhir raksasa, aliennya? Katanya berkaki tujuh, kita sebut aja Heptapod. Mereka datang, duduk, dan diam. Diam-diam bikin seluruh planet ini resah. Semua orang mikir, “Emang maunya apaan sih mereka?” 🤔
Di tengah kekacauan global ini, muncullah Louise Banks. Dia ini seorang ahli bahasa yang jago banget ngomongin semua bahasa di dunia. Singkatnya, mau bahasa apaan, dia jago. Makanya, pemerintah Amerika langsung ngajak dia kerja buat terjemahin bahasa makhluk berkaki tujuh ini.
Drama Bahasa dan Kerumitan Pikiran
Dialog awal antara Louise dan Kolonel Weber ini lucu banget, lho. Weber coba minta bantuan, kayak, “Neng, jago bahasa kan? Coba terjemahin suara alien ini dong.” Louise malah bales dengan gaya santai kayak anak gaul. Intinya, dia nggak bisa langsung terjemahin karena dia butuh interaksi langsung dengan makhluk itu!
Terus, masalahnya semakin ribet. Heptapod ini nggak cuma kasih tulisan, tapi malah kasih gambar-gambar lingkaran aneh. Ini bikin para ilmuwan dan militer pusing tujuh keliling.
Ide komunikasi pun sudah mencoba berbagai cara—mulai dari bahasa matematika universal ala Ian, sampai debat internal soal bahasa mana yang lebih superior (antara bahasa Inggris atau bahasa aljabar). Tapi ternyata, bahasa manusia aja sudah aneh, apalagi kalau harus dipecahkan buat alien. 🤯
Revolusi Pemahaman Waktu (Flash-Forward?!)
Puncaknya adalah ketika Louise mulai sedikit demi sedikit mengerti bahasa Heptapod. Dan inilah bagian yang paling Mind Blowing: bahasa alien ini TIDAK MENGENAL KONSEP WAKTU.
Dalam bahasa mereka, nggak ada masa lalu, nggak ada sekarang, dan nggak ada masa depan. Satu kalimat yang diucapkan manusia, itu bakal tergambar jadi satu lingkaran utuh di bahasa alien. Konsep waktu itu, bagi mereka, hanyalah ilusi semata.
Di saat Louise makin mendalami bahasa aneh ini, ingatan-ingatan mulai menyerangnya. Ingatan tentang seorang anak perempuan. Ingatan yang detail, sampai bikin dia bingung: ini kenangan atau apa?
Kemudian, ada satu kalimat dari Ian yang kayak trigger buat Louise: “Jika kamu larut dalam bahasa asing, apakah itu akan mengubah CARA BERPIKIR mu?” Jreng! Saat itulah Louise sadar. Itu bukan flash-back (kenangan masa lalu). Itu adalah FLASH-FORWARD—kilasan masa depannya akibat belajar bahasa itu! 😱
Badai Global dan Momen Kebenaran
Di sisi lain, dunia kacau balau. Sementara para ilmuwan sibuk bahas teori waktu, bumi sedang diserang kekacauan sosial. Penjarahan, hoax, hingga ketegangan geopolitik yang parah. Semuanya kayak drama politik Indonesia atau Amerika yang digabung jadi satu.
Ketika Louise berhasil menerjemahkan maksud kedatangan alien, semua orang makin panik karena isinya adalah “Menawarkan Senjata” dan “Gunakan Senjata.” Dunia langsung tercerai-berai, negara-negara mulai menutup diri, sampai yang nggak diduga, China bahkan memutuskan komunikasi total.
Alhasil, Louise dan Ian nekat masuk lagi ke pesawat alien, padahal sudah tahu risikonya. Dan tentu saja, mereka tidak tahu bahwa di sana sudah diselipin bom C4. 💣
Intinya, film ini memaksa kita untuk berhenti mikir kronologi, berhenti mikir hitam dan putih. Film ini tentang bagaimana bahasa bisa mengubah cara kita berpikir, sampai sejauh mana kita berani menerima kebenaran bahwa waktu itu mungkin cuma ilusi besar. 💯